Ekosistem & Ancaman
Danau Ayamaru di Maybrat, Papua Barat Daya, adalah rumah bagi spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia, salah satunya adalah Ikan Pelangi Boesemani (Melanotaenia boesemani).
Sayangnya, ekosistem unik ini sedang menghadapi tekanan berat. Ikan hias yang diakui secara global ini terancam punah akibat kerusakan habitat.
Ancaman Utama: Polusi air, perusakan habitat alami, dan introduksi spesies invasif seperti Ikan Nila yang bersaing secara agresif dengan spesies asli (sumber: Jubi.id & petarungpapua.org).
Lokasi
Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Indonesia
Kepentingan Ekologis
Danau Ayamaru memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem regional.
Nilai Sosial & Budaya
Lebih dari sekadar sumber air, Danau Ayamaru adalah jantung budaya masyarakat Maybrat.
-
●
Tradisi Adat
Danau Ayamaru memiliki nilai sakral dalam tradisi masyarakat adat Maybrat. Berbagai ritual dan upacara adat masih dilaksanakan hingga kini.
-
●
Sumber Pangan
Masyarakat sekitar bergantung pada danau sebagai sumber protein melalui aktivitas penangkapan ikan tradisional.
-
●
Identitas Budaya
Danau menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Maybrat, terabadikan dalam cerita rakyat dan tradisi lisan.
Masyarakat Sekitar Danau
Ribuan jiwa bergantung pada Danau Ayamaru
Masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Ayamaru memiliki hubungan yang erat dengan danau. Kehidupan mereka berputar di sekitar sumber air ini — dari kebutuhan sehari-hari hingga aktivitas ekonomi.
Penangkapan ikan tradisional, pertanian, dan berbagai aktivitas domestik semuanya bergantung pada kelestarian danau. Inilah mengapa pelestarian Danau Ayamaru juga berarti menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat sekitar.
Lindungi Danau Ayamaru
Danau Ayamaru menghadapi berbagai ancaman — dari perubahan iklim hingga aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan. Bersama, kita dapat menjaga kelestarian permata air tawar Papua ini untuk generasi mendatang.